Keluarga

Ini yang Terjadi jika Anda Menyimpan Piring yang Masih Basah

Ini yang Terjadi jika Anda Menyimpan Piring yang Masih Basah

MOMSMONEY.ID - Dapur Anda mungkin menjadi jantung rumah, tetapi juga bisa menjadi pusat penyebaran penyakit. Salah satunya, jika Anda menyimpan piring saat masih basah. 

Menurut Center for Disease Control and Prevention, sebanyak 48 juta orang sakit setiap tahun karena penyakit bawaan makanan. Lalu, 128.000 orang masuk rumah sakit karena penyakit tersebut dan 3.000 orang meninggal dunia karenanya. 

Melansir Best Life Online, bakteri bisa menyebar dengan cara yang tak terhitung jumlahnya di dapur Anda. Bakteri ini bisa menyebabkan bahaya di lokasi yang tidak Anda duga salah satunya setelah Anda mencuci piring atau peralatan masak yang kotor lainnya. 

Menyimpan piring saat masih basah adalah kesalahan umum yang masih sering dilakukan dan dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Untungnya, ada cara aman dan mudah untuk masalah ini. 

Dalam industri makanan, menumpuk piring dan perlaatan masak lainnya saat belum benar-benar kering dikenal dengan istilah sarang basah.

Baca Juga: Ini 5 Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Di Dapur

Para ahli mengatakan, praktek ini bisa berbahaya karena menimbulkan area yang lembap dan bisa mendorong pertumbuhan bakteri dan kuman lainnya. 

Banyak orang fokus membersihkan sisa makanan yang kotor, padahal penting juga untuk memastikan piring dan peralatan masak benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan kuman pada permukaannya. 

Apabila Anda menggunakan piring yang baru dicuci dan tidak benar-benar kering, risiko penularan penyakit cenderung rendah. Namun mencuci piring yang tetap basah dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menjadi sarang bakteri berbahaya. 

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2001, para peneliti mengukur pertumbuhan bakteri pada piring kotor, piring yang dikeringkan dengan udara dan tumpukan piring basah di dapur rumah sakit.

Peneliti menemukan piring yang diangin-anginkan memiliki jumlah bakteri yang sama seperti tumpukan piring basah.

Namun, 48 jam setelah dicuci, tumpukan piring basah terkontaminasi lebih banyak bakteri secara signifikan ketimbang piring yang sudah diangin-anginkan. Ini menunjukan, tumpukan piring yang dibiarkan basah lebih lama, memiliki jumlah bakteri yang semakin banyak. 

Baca Juga: Begini Cara Meletakkan Tempat Sampah Dengan Tepat di Dapur Kecil

Ada beberapa bakteri yang ditemukan dalam tumpukan piring basah yang mengkontaminasinya. Peralatan makan kemungkinan mengandung kuman yang ditemukan pada tangan dan mulut orang yang menggunakannya.

Bakteri tersebut termasuk spesies Staphylococcus dan Streptococcus. Bakteri ini bisa menyebabkan berbagai penyakit pada manusia termasuk luka, infeksi kulit, dan sepsis.

Sedangkan alat makan di rumah sakit bisa mengandung bakteri penyebab penyakit atau spesies jamur seperti Candida auris.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengeringkan piring dan peralatan makan?

Meskipun menggunakan lap atau handuk untuk mengelap piring dan peralatan masak lebih cepat menghilangkan lembap, cara terbaik adalah mengeringkan dengan menggunakan udara atau mengangin-anginkannya.

Menggunakan lap atau handuk bisa menyebarkan bakteri ke permukaan peralatan makan. 

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada 2013, penyakit bawaan makanan seperti E. coli dan Salmonella bisa hidup di atas lap piring selama 48 jam atau lebih. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Survei KG Media